Melinjo Aman Untuk Asam Urat Justru Kaya Antioksidan

https://www.sultanfatah.com/2019/07/melinjo-menyebabkan-asam-urat.html

Tidak berani mengonsumsi melinjo karena takut kena penyakit asam urat? Apakah melinjo memang begitu berbahaya? Kalau anda berkenan membaca sampai selesai anda akan mendapat informasi dari beberapa peneliti bahwa melinjo aman untuk asam urat dan justru kaya akan kandungan antioksidan. Artikel ini memang yang menulis saya tapi informasi yang saya tulis bukan karangan saya pribadi. Saya mengambil dari beberapa hasil penelitian dan pendapat pakar.

Apakah benar melinjo penyebab asam urat?

Faktanya melinjo memang mengandung purin cukup tinggi. Purin memang bisa memicu asam urat. Kandungan purin pada melinjo berkisar 50-150 mg per 100 gram bahan. Bahasa sederhananya kalau anda menyantap 1 ons melinjo maka anda juga memasukkan sekitar 1 gram purin ke tubuh anda. Purin sendiri 85% nya sudah disediakan tubuh. Asli bawaan dari "sana" nya. Jadi yang dari luar cuma butuh 15% saja. Nah asam urat adalah hasil akhir dari metabolisme purin. Kalau purinnya sedikit maka asam urat yang dihasilkan juga sedikit. Kalau purin yang diolah terlalu banyak ya hasilnya yang berpa asam urat itu tadi juga terlalu banyak. Intinya apa? Ya asal makan melinjonya tidak kebanyakan (artinya purin yang masuk juga tidak terlalu banyak) logikanya asam urat juga aman-aman saja. Lagipula tidak hanya melinjo saja yang kalau kebanyakan akibatnya kurang baik. Semua yang berlebihan pasti berefek negatif.

Apa saja kandungan zat bermanfaat yang ada pada melinjo?

Menurut penelitian ekstrak melinko mengandung 9 - 11% protein yang mempunyai potensi sebagai antioksidan. Kandungan protein utamanya sekitar 30 dalton yang mampu mengusir radikal bebas dalam tubuh. Sebagai informasi radikal bebas adalah salah satu penyebab timbulnya kanker dan mempercepat proses penuaan. Dalam bahasa ilmiahnya melinjo sangat berpeluang mengandung nutraseutikal, suatu bahan yang berguna bagi kesehatan termasuk mencegah dan mengobati penyakit.

Seorang periset dari Jepang bahkan sudah membuktikan bahwa melinjo mengandung stilbenoid, yang bisa menangkal radikal bebas, berfungsi sebagai antimikroba dan mengontrol gula darah. Kita tahu penyakit gula darah atau diabetes melitus ini sekarang bertambah banyak diderita masyarakat Indonesia. Stilbenoid yang ada dalam melinjo juga dapat menghambat kerja enzim lipase sehingga dapat menekan penyerapan dan penumpukan lemak di tubuh kita. Senyawa stilbenoid juga mampu menghalangi kerja enzim amilase. Kalau kerja enzim terhambat maka perombakan karbohidrat menjadi glukosa juga terlambat sehingga kadar gula darah dalm tubuh juga tidak berlebihan.

Baca juga Sayur Murah Bermanfaat 

Sebagai antimikroba ekstrak melinjo diyakini mampu membunuh bakter jahat seperti Bacillus subtilis dan kawan-kawannya. Dengan adanya potensi ini maka melinjo dapat dimanfaatkan sebagai pengawet makanan dan obat untuk penyakit yang disebabkan oleh bakteri. Dari hasil penelitian periset dari Jepang di atas membuktikan bahwa salad yang diberi ekstrak melinjo lebih lama membusuk ketimbang yang tidak diberi. Ini artinya pertumbuhan bakteri pada salad yang ada ekstrak melinjonya lebih sedikit dibanding yang tanpa ekstrak.

Bagaimana kita bersikap?

Lihat juga Manfaat Kelor

Setelah membaca tulisan di atas sekarang kita tidak perlu terlalu takut makan melinjo. Mungkin kalau asam uratnya sedang parah-parahnya dan dokter menyarankan untuk menghindari dulu, ya tidak apa-apa berhenti dulu makan melinjo. Tapi kalau keadaan tidak terlalu gawat ya sikat aja nggak apa-apa. Karena ternyata melinjo juga mengandung antioksidan dan anti mikroba. Di Jepang melinjo diolah menjadi tepung untuk membuat roti dan kue. Kalau di sini kan cuma dijadikan emping dan sayuran saja.  Bahkan di Jepang tepung melinjo juga dicampur ke dalam minuman teh. selain ingin mendapat manfaat kesehatannya menurut orang Jepang teh hangat yang dicampur dengan tepung melinjo terasa lebih kental dan nikmat.

Sudah tidak takut lagi kan menyantap melinjo?

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel